TSF #7: Tenang Sebelum Konser

Para murid Yesus akan memulai konser besar-besaran, konser sebuah band bernama “Saksi Kristus” yang terus menerus berlangsung dalam konteks lingkungan yang terus meluas, dari Yerusalem, hingga seluruh Yudea dan Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi. Segala “latihan iman” mereka selama kehidupan bersama Kristus, memang untuk menyiapkan pagelaran konser untuk membagikan Kabar Baik ini. Lalu bagaimana para murid, di tengah segala kegugupan mereka menyambut berita perhelatan konser akbar yang akan mereka kerjakan ini, menyiapkan diri?

TSF #6: Bukan Yesus yang Saya Kenal

Pada akhirnya buku ini tidak memuaskan semua kehausan saya akan jawaban-jawaban. Buku ini hanya membuat saya semakin semangat untuk mengenal Sang Jawaban itu, lewat berbagai sarana.

TSF #5: Rabu Abu di Hari Valentine – Tentang Mencumbui Kerapuhan Diri

Tanggal 14 Februari, seperti biasa, akan dirayakan sebagai hari kasih sayang atau Valentine. Di satu sisi, pada tanggal 14 Februari tahun ini, umat Kristen juga merayakan hari bernama Rabu Abu. Maka Rabu ini mungkin akan dimaknai dengan dua sudut pandang unik. Bisa dengan rasa berbunga-bunga, bisa juga dengan penghayatan kerapuhan.  Ketika aku menarik pemaknaan ini pada refleksi pribadi menyambut Rabu Abu Valentine ini, aku mencoba melakukan cocoklogi keduanya dengan kondisi pribadi saat ini.

TSF #4: Belajar Memahami Ulang Kata “Pasrah”

Terlalu sering kita memahami sikap pasrah, atau “nrimo pandum” dalam budaya Jawa, sebagai sesuatu yang begitu pasif. Sikap yang begitu saja menerima keadaan, merelakan segalanya terjadi apa adanya, tanpa diri sendiri berbuat terlalu banyak. Sikap mudah menyerah yang tak pelak akan membuat geregetan orang di sekitar kita Namun tidak kita sadari sebenarnya filosofi "pasrah" itu … Continue reading TSF #4: Belajar Memahami Ulang Kata “Pasrah”

TSF #3: “Good Fences Make Good Neighbors”

Kalimat di atas adalah kutipan dari sebuah puisi Robert Frost berjudul “Mending Wall”. Frase tersebut terucap oleh seorang pembicara dalam sebuah seminar yang membicarakan bagaimana menciptakan relasi antar-iman yang tidak menghakimi. Frase itu coba kupahami maknanya, dan aku mendapati bahwa ada sesuatu yang sangat indah di dalamnya. Bahwa relasi antartetangga dan antarwarga dapat berjalan dengan … Continue reading TSF #3: “Good Fences Make Good Neighbors”

TSF #2: Sang Tersesat yang Dikejar Pemburu Kudus

Perjalanan imanku sejauh ini adalah hal yang amat berarti buatku dan sifatnya amat personal. Namun makin ke sini aku merasa makin tidak masalah membagikan kisahku ini secara lebih terbuka. Tujuannya tidak lain supaya aku eling lan waspodo (ingat dan berhati2), agar aku terus diingatkan atas anugerah yang kualami dan orang lain dapat menegurku, salah satunya dengan mengingatkan kisah ini, bila aku mulai lupa dan tidak berhati-hati dalam mengelola anugerahNya. Jadi tulisan ini juga akan menjadi semacam surat pengingat pribadi kepada diri sendiri.